KebiJaKan dari HiDuP
Tuesday, June 19th, 2007Tidak seorang pun dapat kembali ke
awal dan membuat permulaan yang baru,
tetapi setiap orang dapat memulai
dari
sekarang dan membuat akhir yang baru.
Tuhan tidak menjanjikan hari-hari
tanpa sakit, tawa tanpa kesedihan,
matahari tanpa hujan, tetapi Ia
menjanjikan kekuatan untuk hari itu,
penghiburan atas air mata dan cahaya
dalam perjalanan.
Kekecewaan adalah seperti lubang di
jalan, yang sedikit memperlambatmu,
tetapi kemudian engkau menikmati
jalan yang mulus. Jangan tinggal
dilubang terlalu lama. Maju terus!!!!
Jika engkau kecewa karena tidak
mendapatkan apa yang kau inginkan,
duduklah tegak dan berbahagialah,
karena Tuhan sudah memikirkan sesuatu
yang lebih baik untuk diberikan
padamu.
Jika sesuatu terjadi padamu, baik
ataupun buruk, pertimbangkan apa
artinya. Ada tujuan pada setiap
kejadian dalam hidup, untuk
mengajarkanmu
bagaimana lebih banyak tertawa atau
tidak menangis tersedu sedu.
Engkau tidak bisa membuat seseorang
mencintaimu, yang dapat kau Lakukan
adalah menjadi seseorang yang dapat
dicintai, selebihnya terserah pada
orang itu untuk menyadari nilaimu.
Adalah lebih baik kehilangan
kebanggaan dirimu pada orang yang Kau
kasihi, daripada kehilangan orang
yang
kau kasihi karena keangkuhan.
Kita menghabiskan terlalu banyak
waktu mencari orang yang tepat untuk
dikasihi atau menemukan kesalahan
orang yang kita kasihi, padahal
seharusnya kita menyempurnakan kasih
yang kita berikan.
Jangan mengabaikan teman lama.
Engkau tidak akan menemukan orang
yang
dapat menggantikannya. Persahabatan
itu seperti anggur, semakin tua
semakin baik.
What would true friends do…
Sewaktu kita duduk di taman
kanak-kanak, kita
berpikir kalau seorang
teman yang baik adalah teman yang
meminjamkan
krayon warna merah
ketika yang ada hanyalah krayon
warna hitam.
Di sekolah dasar, kita lalu
menemukan bahwa
seorang teman yang baik
adalah teman yang mau menemani kita
ke toilet,
menggandeng tangan kita
sepanjang koridor menuju kelas,
membagi makan
siangnya dengan kita
ketika kita lupa membawanya.
Di sekolah lanjutan pertama, kita
punya ide kalau
seorang teman yang
baik adalah teman yang mau
menyontekkan PR-nya
pada kita, pergi
bersama ke pesta dan menemani kita
makan siang.
Di SMA, kita merasa kalau seorang
teman yang baik
adalah teman yang
mengajak kita mengendarai mobil
barunya,
meyakinkan orang tua kita
kalau kita boleh pulang malam
sedikit, mau
mendengar kisah sedih saat
kita putus dari pacar,
Di masa berikutnya, kita melihat
kalau seorang
teman yang baik adalah teman yang
selalu ada terutama
di saat-saat sulit kita, membuat kita
merasa aman melalui masa-masa
seperti apapun,
meyakinkan kita kalau
kita akan lulus dalam ujian sidang
sarjana kita.
Dan seiring berjalannya waktu
kehidupan, kita
menemukan kalau seorang teman yang
baik adalah
teman yang selalu memberi kita dua
pilihan yang
baik, merangkul kita ketika kita
menghadapi
masalah yang menakutkan,
membantu kita bertahan menghadapi
orang-orang yang
hanya mau mengambil
keuntungan dari kita, menegur
ketika kita
melalaikan sesuatu,
mengingatkan ketika kita lupa,
membantu
meningkatkan percaya diri
kita, menolong kita untuk menjadi
seseorang yang
lebih baik, dan
terlebih lagi… menerima diri kita
apa adanya…