Archive for October, 2005

Kecewa dan Sakit Hati?

Tuesday, October 18th, 2005

Tulisan ini buat seorang sahabat yang butuh penghiburan ;

      Rasa kecewa & sakit hati karena dilukai memang susah untuk dilupakan kalo qta menganggap hal itu sebagai suatu “hal yang besar”. Rasanya ngga perlu berlebihan untuk dipikirkan. Rasa kecewa & sakit hati itu boleh2 aja direnungkan sesekali, tapi tidak untuk dibuat jadi beban, apalagi sampai mempengaruhi suasana hati. Selain sia2 & ga ada gunanya, juga ngebuat qta cuma bisa berpaku pada satu titik itu dan terus bertanya, “kenapa?”, tanpa ada solusi/ jawaban yang bisa memuaskan hati qta atas pertanyaan2 itu. Kalo masalah itu hanya dipikirkan trus tanpa ada tindakan, it means nothing. Seseorang yang dipercaya bisa saja diajak bercerita, siapatau dari situ didapat solusi yang terbaik dari masalah yang dihadapi. Bukankah dua kepala lebih baik daripada satu kepala? Orang lain hanya bisa menyarankan, tetapi hasil akhir tetap pada diri qta sendiri…

     Hal terbaik dan bijaksana yang dapat dilakukan adalah bersikap tenang dan berpikir positif. Percaya saja kalo smua ini pasti ada jalan kluarnya. Ingatlah, bahwa beban qta ini tidak terlalu berat, dluar sana, masih banyak orang2 yang memiliki beban lebih berat dari qta. Jadi, buat apa memikirkan hal kecil? Ingat, kmu tidak sendirian. Teman2 dan sahabat yang selalu hadir dengan canda tawanya bisa mengubah suasana hati menjadi lebih gembira. Bukankah hidup ini sangat indah bila dilalui dengan canda tawa dan keriangan tanpa memikirkan hal2 kecil yang sebenarnya dapat dipecahkan bersama? Cheer up yaa… I’ll be right next 2u if u need me.

Kepercayaan

Monday, October 3rd, 2005

Menurut beberapa orang,membina hubungan yang baik itu sulit. Dalam hal ini hubungan ‘as a couple’. Sebenarnya aq ga begitu pantas nulis tentang hal ini,tapi mengungkapkan pendapat kan bukan hal yang salah:)

        Hal yang paling penting dan kadang bisa jadi masalah adalah kepercayaan. Semua orang tentunya sangat senang kalo dirinya bisa dipercayai. Tapi ada tanggungjawab yang lebih besar dibalik itu. Banyak kejadian,qta udah percaya sama orang itu, tapi ternyata ga jarang kepercayaan qta dimanfaatkan untuk hal2 tertentu, yang kebanyakan hasilnya bersifat negatif untuk qta. Mungkin buat orang itu hal tersebut adalah wajar2 saja, tapi buat qta jadi ngga banget.

Kembali ke masalah hubungan as a couple. Percaya boleh2 aja sama pasangan qta. Tapi satu hal yang perlu diperhatikan dan dicatat, jangan percaya 100 persen sama pasangan qta. Ini bukannya ngajarin curiga sama orang, tapi sesuatu yang berlebihan itu kan ngga baik pada akhirnya, ga baik buat diri sendiri maupun orang lain. Mungkin untuk orang lain ga seberapa, tapi efeknya lebih besar untuk qta. Apalagi bila qta suatu saat dikecewakan karena kepercayaan yang disalahgunakan trus ga bisa memaafkan. Sebisa mungkin,seberat apapun masalahnya, ga ada salahnya qta mau memaafkan. Dari pengalaman itu mungkin qta akan punya pandangan lain terhadap pasangan qta tersebut. Aq rasa itu adalah perilaku yang normal karena ga mau dikecewakan untuk yang kesekian kalinya.

Memang, yang terpenting disini adalah komunikasi dan keterbukaan untuk mendapatkan suatu kepercayaan. Niat yang baik dan tulus untuk itu kadang disalahgunakan sehingga qta dituntut harus pintar2 menggunakan  intuisi dalam diri. Pilihan akhir tetap ada pada qta. Dan tentunya konsekuensi yang ada didepan mau ga mau harus dijalani. Perlakukanlah orang lain seperti qta ingin diperlakukan. Berilah kepercayaan yang tulus pada pasangan, teman, sahabat, maupun orang2 terdekat qta. Dan semoga hubungan yang terjadipun bisa timbal balik dan menyenangkan. GBU!