Bagaimana caranya menghadapi masalah besar?

Bagaimana caranya menghadapi masalah besar? Masalah itu disebut besar atau kecil sebenarnya tergantung pandangan qta juga. Untuk menghadapi masalah besar, sebenarnya gampang2 susah, tergantung pengalaman hidup juga sih.Masalah dibilang besar, itupun juga bila ada masalah kecil, jadi bila qta sudah bisa menghadapi masalah2 kecil, maka tak jarang masalah besar bisa diatasi dengan mudah, karena qta telah melewati masalah2 kecil itu, bagaimanapun prosesnya, apakah itu penuh halangan dan rintangan, ataupun dengan mudah sekalipun. Dalam proses menghadapi masalah kecil itu, sebenarnya qta telah belajar berproses menjadi pribadi yang istilahnya “tahan banting” sehingga masalah besar sekalipun, terlihat kecil dan qta mampu menyelesaikan masalah itu dengan baik. Dan juga jangan lupa, qta tidak sendiri dalam menghadapi masalah. Diluar

sana

masih ada keluarga, teman, sahabat yang bisa membantu dikala qta sedang ada masalah. The last but not the least, always remember, GOD always with us in any situation. So don’t forget to pray:)

Beberapa teman dekatku sering mengira aq seperti ngga punya masalah dalam hidup karena pembawaanku yang tenang, dan sering becanda (klo dipikir2

kan

pastinya setiap orang punya masalah, terlepas dari besar/ kecilnya masalah). Kala itu aq cuma senyum2 aja dengernya. Selama ini, klo aq punya masalah, aq mencoba untuk menyelesaikannya sendiri dulu, baru kalo udah mentok, akhirnya curhat jg sama siapapun yang bisa aq percayai dan enak buat diajak curhat (buat temen2ku, thx udah mau dengerin curhatku dan maap klo ngrepotin karena udah mau dengerin curhatku,he3x!). Pada dasarnya aq cuma ga mau membebani orang lain dengan masalah-masalahku, karena aq tau mereka punya masalahnya sendiri-sendiri. Walaupun gitu, aq dengan senang hati mau mendengarkan curhat tentang masalah mereka dan akan membantu dengan senang hati, semampuku. Dalam “diam dan tenangku” (bukan berarti stagnan) biasanya aq mendapat solusi yang menurutku terbaik, yang bisa dilakukan. Dalam hal ini, tetap, kata hati yang berbicara, dan aq biasanya mematuhi kata hatiku. Sebenernya aq orang yang sulit percaya sama orang apalagi untuk masalah curhat2an. Hanya sama orang2 tertentu aq bisa curhat tentang masalahku (ga tau, mereka itu orang yang beruntung atau malah orang yang aq repotin ya?! skali lagi maap yaa, ngga maksud gitu lhoo…).  Karena aq ngga mau “dicurangi” untuk yang kesekian kalinya. Udah cukup yang lalu-lalu itu. Sekali lagi, kepercayaan itu mahal harganya. Menjadi orang yang dipercayai itu ngga ada ruginya dan sebagai reward-nya, qta akan menjadi orang yang disenangi dan dapat memiliki banyak relasi :) Do you even think about this?

Leave a Reply